devs[0][5] = Adinda Praditya

Membanggakan bila produk yang kita develop itu benar-benar digunakan dan berdampak bagi kehidupan.

Adinda Praditya

Mas Adinda Praditya atau yang biasa dipanggil Mas Dida adalah seorang developer yang sedang mengembara ke negeri tetangga, Singapura. Sama seperti narasumber kita sebelumnya, Sonny yang juga sedang mengais rezeki di negera dengan ikon Singa lau atau Merlion ini.

Mas Dida saat ini sedang bekerja di sebuah perusahaan intelligence investing, Smartkarma sebagai Senior Developer yang banyak berkutat di backend.

Mas Dida pertama kali ngoding ketika diperkenalkan pertama kali dengan bahasa pemrograman Pascal di semester pertama kuliah jurusan matematika Universitas Indonesia tahun 1997. Bahkan jauh sebelum itu Mas Dida sudah menggandrungi komputer, tepatnya ketika berada di bangku sekolah dasar.

Setelah lulus kuliah, Mas Dida sempat menjadi developer honorer di Bappenas dari 2006 hingga 2008 sebelum kemudian mencari peruntungan mencari pekerjaan di Singapura. Setelah bekerja di Singapura, barulah Mas Dida 'menemukan' bahasa pemrograman Ruby setelah diperkenalkan oleh sang kakak Aditya Pradana dan juga mulai mengikuti komunitas lokal di Singapura. Dan bahasa pemrograman Ruby inilah yang akhirnya digunakan di pekerjaan sehari-harinya hingga saat ini.

Menurut Mas Dida, sebagai developer sebuah produk dan produknya benar-benar digunakan dan memberi manfaat momen-momen seperti inilah yang dapat membuat bangga. Apalagi dampaknya cukup besar dan cakupannya global karena teknologi memang tanpa batas ruang dan waktu.

Untuk tokoh idola, sosok yang juga menjadikan sang kakak Aditya Pradana sebagai mentor ini sangat menyukai kontribusi open source yang dilakukan oleh Yehuda Katz. Di komunitas manapun ia berada, kontribusinya sangat terlihat dan berusaha memberikan manfaat buat orang banyak. Mulai dari core team member Ruby on Rails, jQuery, Rust hingga membuat beberapa tools dan framework keren seperti Ember, Cargo, Handlebars dan masih banyak lagi!

Tips Untuk Developer

  • Jangan mudah menyerah
  • Eksplorasi dan cobalah hal yang baru
  • Bikin side project yang bermanfaat sambil menerapkan hal-hal yang baru dipelajari.

Rekomendasi Buku

Rekomendasi Podcast

Kontak

Tech Stack

Sponsor

Donasi dan Kontribusi Untuk Podcast

Untuk saat ini beberapa alat untuk podcast terutama mic masih pinjam sana-sini. Karena itu jika teman-teman berkenan mendonasikan sebagian rezekinya untuk membeli alat, boleh silakan donasikan dengan gopay ataupun paypal.

Rencana terdekat saya ingin membeli Handy Voice Recorder dengan harga sekitar 2 juta rupiah.

recorder

Donasi via KaryaKarsa

Teman-teman bisa melakukan donasi melalui Karya Karsa. Karya Karsa adalah platform apresiasi untuk kreator di Indonesia agar dapat terus berkarya. Untuk melakukan donasi, teman-teman bisa menggunakan GoPay dan prosesnya sangat mudah! Teman-teman bisa memilih tiga tingkatan donasi:

Donasi via PayPal

Alternatif kedua, bisa menggunakan PayPal. Klik disini untuk melakukan donasi via PayPal.

Donasi via Patreon

Teman-teman juga dapat melakukan donasi melalui Patreon. Patreon adalah sebuah platform untuk para pembuat konten mendapatkan uang setiap bulannya. Uang digunakan untuk membeli kopi, memotivasi, bahkan ada yang sampai dapat membiayai hidupnya murni dari Patreon, seperti sang kreator Vue.js Evan You.

Klik disini untuk menjadi Patron!

Dukungan via Notion

notionSalah satu tools yang menjadi senjata rahasia saya, terutama dalam proses produksi podcast. Mulai dari menyiapkan skrip, penjadwalan, menulis catatan episode, dan list todo lainnya. Saya pakai tools yang namanya Notion.

Notion adalah tempat dimana kita bisa menulis catatan, menulis rencana, kolaborasi dan mengorganisasikan dokumen, bahkan menulis buku. Banyak juga orang yang beranggapan Notion seperti wiki internal. Hampir semua kegiatan yang saya lakukan menggunakan Notion. Info lebih lanjut silakan cek aja notion.so atau jika teman-teman mau mendukung podcast ini bisa daftar di ceritanyadeveloper.com/notion.