devs[1][4] = Hepiska Franatagola

Menurutku menambah orang masuk ke sebuah tim atau perusahaan sekaligus menambah resiko kegagalan dan memperpanjang proses. Karena itu aku mencoba prinsip tim dengan gaya lean.

Hepiska Franatagola

Hepiska Franatagola atau yang biasa dipanggil Ego saat ini bekerja di Pomona sebagai Senior Software Engineer yang juga adalah lulusan coding bootcamp HACKTIV8. Bersama beberapa alumni HACKTIV8 juga yang saat ini bekerja di Pomona, salah satunya Shabrina.

Aku berfikir, aku baru banget lulus dari HACKTIV8. Untuk bergabung dengan perusahaan yang teknologinya berbeda dan tidak ada mentor takutnya malah hilang ilmunya.

Hepiska Franatagola

Pengalaman pertama berkomputer-ria dirasakan Ego ketika duduk di bangku SMA. Pertama kali Ego tertarik menggunakan aplikasi spreadsheet hingga mendorongnya untuk mengikuti olimpiade komputer. Bahasa pertamanya adalah Turbo Pascal yang akhirnya Ego menemukan passion di pemrograman.

Akan tetapi 'takdir' berkata lain sehingga Ego akhirnya memutuskan untuk masuk ke jurusan Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada. Meski demikian passion di pemrograman tidaklah padam.

Setelah itu kemudian Ego memutuskan melanjutkan pendidikan ke S2 dan sekaligus bekerja di Mandiri sebagai Management Trainee selama kurang lebih 1.5 tahun. Tidak fokus dengan tesisnya yang tidak kunjung selesai, akhirnya Ego memutuskan meninggalkan pekerjaannya dan fokus menyelesaikan studinya.

Ia merasa masih ada yang kurang dari kemampuan pemrograman yang dimiliki. Selama kuliah sosok yang mengidolai sosok Garindra Prahandono sedikit banyak sudah mempelajari pemrograman di sisi klien dengan membuat aplikasi desktop. Dan saat bekerja sudah belajar tentang database. Namun ia merasa butuh belajar penghubung antara database dengan klien, hingga akhirnya memutuskan mengikuti coding bootcamp di 2017.

Menurutku Sale Stock dan Garindra berhasil menerapkan tim yang lean dan bisa bertahan sampai sejauh ini menangani begitu banyak model bisnis mereka.

Hepiska Franatagola

Tips Untuk Developer

  • Menemukan motivasi yang tepat
  • Ikut bootcamp untuk menemukan teman, jaringan, dan kepastian karir
  • Mulai belajar bahasa pemrograman dengan JavaScript

Link Penting

Donasi dan Kontribusi Untuk Podcast

Untuk saat ini beberapa alat untuk podcast terutama mic masih pinjam sana-sini. Karena itu jika teman-teman berkenan mendonasikan sebagian rezekinya untuk membeli alat, boleh silakan donasikan dengan gopay ataupun paypal.

Rencana terdekat saya ingin membeli Handy Voice Recorder dengan harga sekitar 2 juta rupiah.

recorder

Donasi via KaryaKarsa

Teman-teman bisa melakukan donasi melalui Karya Karsa. Karya Karsa adalah platform apresiasi untuk kreator di Indonesia agar dapat terus berkarya. Untuk melakukan donasi, teman-teman bisa menggunakan GoPay dan prosesnya sangat mudah! Teman-teman bisa memilih tiga tingkatan donasi:

Donasi via PayPal

Alternatif kedua, bisa menggunakan PayPal. Klik disini untuk melakukan donasi via PayPal.

Donasi via Patreon

Teman-teman juga dapat melakukan donasi melalui Patreon. Patreon adalah sebuah platform untuk para pembuat konten mendapatkan uang setiap bulannya. Uang digunakan untuk membeli kopi, memotivasi, bahkan ada yang sampai dapat membiayai hidupnya murni dari Patreon, seperti sang kreator Vue.js Evan You.

Klik disini untuk menjadi Patron!

Dukungan via Notion

notionSalah satu tools yang menjadi senjata rahasia saya, terutama dalam proses produksi podcast. Mulai dari menyiapkan skrip, penjadwalan, menulis catatan episode, dan list todo lainnya. Saya pakai tools yang namanya Notion.

Notion adalah tempat dimana kita bisa menulis catatan, menulis rencana, kolaborasi dan mengorganisasikan dokumen, bahkan menulis buku. Banyak juga orang yang beranggapan Notion seperti wiki internal. Hampir semua kegiatan yang saya lakukan menggunakan Notion. Info lebih lanjut silakan cek aja notion.so atau jika teman-teman mau mendukung podcast ini bisa daftar di ceritanyadeveloper.com/notion.